Senin, 20 Juni 2011

materi PKn

SISTEM PEMERINTAHAN

1. Sempit : tatanan/struktur pemerintahan yang bertitik tolak dari hubungan sebagian organ negara di tingkat pusat.

2. Luas : tatanan/struktur pemerintahan negara yang bertitik tolak dari hubungan antar semua organ negara, termasuk antar pemerintah pusat dengan pemerintah daerah

BENTUK NEGARA :

Kesatuan : Negara yang bersusun tunggal, artinya dalam negara tidak ada negara . Dalam seluruh wilayah negara, hanya ada 1 pemerintah pusat (yang mengatur seluruh wilayah).

Serikat (federasi) : Negara yang bersusun jamak,artinya dalam wilayah negara, terdapat beberapa negara bagian yang masing-masing merdeka dan berdaulat serta berdiri sendiri

Bentuk Kenegaraan (Konfederasi)

1. Dominion : Negara bekas jajahan Inggris yang telah merdeka dan berdaulat,tetapi masih mengakui Raja Inggris sebagai lambang pemersatu mereka. Kedudukan negara dominion tetap sebagai negara merdeka & berdaulat, karenanya merupakan subyek hokum

2. Protektorat : Negara yang berada dibawah perlindungan negara lain yang lebih kuat. Negara protektorat, bukan merupakan subyek hukum Internasional.

3. Uni : 2 negara atau lebih, yang masing-masing merdeka & berdaulat tetapi hanya mempunyai 1 kepala negara yang sama atau 1 alat kelengkapan negara yang sama.

4. Koloni : negara yang berada dibawah kekuasaan negara lain.Biasanya bentuk ini tidak bisa dianggap sebagai subyek hukum Internasional.

Bentuk Pemerintahan:

Menurut Pendapat para ahli :

1. Aristoteles : dengan kriteria :

a) Jumlah orang yang memerintah

b) Sifat pemerintahannya

Pembagiannya terdiri dari 6 macam yaitu :

Monarkhi, Tirani, Aristokrasi, Oligarkhi, Republik dan Politea

2. Polybius : dengan kriteria :

a. Jumlah orang yang memerintah

b. Sifat pemerintahannya

Pembagiannya terdiri dari 6 macam yaitu :

Monarkhi, Tirani, Aristokrasi, Oligarkhi, demokrasi dan Okhlokrasi (Anarkhi)

3. Jellineck dengan kriteria : Cara pembentukan kehendak negara:

a. Monarkhi

b. Republik

4. Leon Duquit dengan kriteria : Cara penunjukan kepala negara :

a. Monarkhi

b. Republik

Pendapat Jellineck & Leon Duquit merupakan penggolongan secara modern

Pendapat Aristoteles & Polibyus, merupakan penggolongan secara klasik.

Penggolongan bentuk pemerintahan secara klasik, diperlukan untuk kepentingan ilmu pengetahuan

Perbedaan Bentuk Republik & Monarkhi

No

Republik

Monarkhi

1.

Dipimpin seorang presiden

Dipimpin seorang Raja/Ratu

2.

Presiden dipilih rakyat secara langsung ataupun melalui badan perwakilan

Pergantian Raja/Ratu dilaksanakan secara turun temurun

3.

Masa jabatan ditentukan secara berkala

Masa jabatan seumur hidup

Klasifikasi Monarkhi

  1. Monarkhi Mutlak : kekuasaan Raja/Ratu tidak terbatas. Contohnya : Raja Louis XIV
  2. Monarkhi Konstitusional : Kekuasaan Raja/Ratu dibatasi oleh UUD (Konstitusi) Contoh: Saudi Arabia, Denmark, Yordania
  3. Parlementer : Kekuasaan Raja didampingi oleh DPR (parlemen) sebagai tempat kabinet bertanggung jawab.

Klasifikasi Pemerintahan Republik :

1. Republik Mutlak (Absolut) : Kekuasaan Presiden secara mutlak(sewenang-wenang). Contohnya : Italy pada masa Mussolini

2. Republik Konstitusional : Kekuasaan Presiden dibatasi UUD (konstitusi).Contoh Indonesia, Amerika Serikat.

3. Republik Parlementer : Disamping Presiden, ada parlemen (DPR) sebagai tempat para menteri bertanggung jawab, baik sendiri maupun bersama.

Penggolongan Sistim Pemerintahan

  1. Sistim Parlementer : sistim pemerintahan dimana kedudukan Eksekutif berada dibawah Legislatif.
  2. Sistim Presidensil : sistim pemerintahan dimana kedudukan Eksekutif sejajar dengan Legislatif.
  3. Sistim Referendum : sistim Pemerintahan dengan pengawasan langsung oleh rakyat (sistim ini hanya dikenal di negara Swiss)

Ciri-Ciri Sistim Parlementer :

  1. Raja/Ratu/Presiden hanya sebagai Kepala Negara saja
  2. Kepala Pemerintahan dipegang oleh perdana menteri
  3. Dalam sistim 2 partai, Perdana Menteri adalah ketua partai yang menang dalam Pemilu
  4. Kabinet bertanggung jawab kepada Parlemen (DPR)
  5. Kedudukan Legislatif berada diatas Eksekutif
  6. Dikenal adanya Mosi tidak percaya dari parlemen (Parlemen bisa membubarkan kabinet)

Ciri-Ciri Sistim Presidensil :

1. Presiden sebagai Kepala Negara & Kepala Pemerintahan

  1. Kedudukan Eksekutif sejajar dengan Legislatif
  2. Menteri-menteri diangkat dan bertanggung jawab kepada Presiden
  3. Presiden dipilih rakyat secara langsung atau melalui badan perwakilan
  4. Kebijakan pemerintah tidak harus menyesuaikan dengan kehendak parlemen
  5. Tidak dikenal adanya Mosi tidak percaya parlemen (Presiden tidak bisa dijatuhkan parlemen )

Kelebihan sistim Presidensil:

  1. Sistim check and balance dapat menghasilkan keseimbanganantar organ yang diserahi tuga.
  2. Dapat mencegah terjadinya kekuasaan yang absolut
  3. Kedudukan eksekutif lebih stabil
  4. Penyusunan modal mudah disesuaikan dengan masa jabatan eksekutif

Kelemahan Sistim presidensil :

  1. Setiap keputusan adalah hasil tawar menawar antara legislatif dan eksekutif, sehingga sering kurang tegas
  2. Pengambilan keputusan relatif lebih lama.

Kelebihan Sistim Parlementer :

  1. Menteri yang diangkat merupakan kehendak suara terbanyak parlemen
  2. Lebih mudah mencapai kesesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif
  3. Menteri lebih hati-hati menjalankan tugasnya, karena dapat dijatuhkan oleh parlemen

Kelemahan Sistim Parlementer :

  1. Sering terjadi pergantian Kabinet
  2. Kedudukan Eksekutif tidak stabil
  3. Pergantian Eksekutif yang mendadak membuat program kerja yang telah disusun tidak bisa terealisir

Syarat-syarat supaya sistim pemerintahan parlementer bisa berjalan baik (stabil) :

  1. Menggunakan sistim kepartaian tunggal (mono partai)
  2. Masyarakatnya Homogen
  3. Memiliki kontinyuitas kesejarahan

Sistim Pemerintahan di Berbagai Negara

  1. Inggris :

Bentuk negara : Kesatuan

Bentuk pemerintahan : Monarkhi parlementer

Sistim Badan Perwakilan rakyat : Bicameral yang terdiri dari House of Commons (House of representative) & House of Lords

Sistim pemerintahan : parlementer dengan Perdana menterinya berasal dari ketua partai politik yang menang dalam Pemilu, sekaligus juga berkedudukan sebagai ketua House of Commons

2. Amerika SerikatBentuk negara : Federasi

Bentuk Pemerintahan : Republik Konstitusional

Sistim Badan Perwakilan rakyat : Bicameral yang terdiri dari Senat & House of representative (DPR)

Sistim pemerintahan : Presidensil

Kekuasaan Yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung, terhadap semua perkara, kecuali soal Impeachment.

3. RRC

Bentuk negara : Kesatuan

Bentuk Pemerintahan : Republik Parlementer

Sistim pemerintahan : Parlementer

Sistim Badan perwakilan rakyat : Monocameral yaitu Kongres Rakyat Nasional

Pembuat keputusan tertinggi dalam sistim politik di RRC adalah PKC. Pengambilan keputusan dilakukan dalam sidang tertutup

Konstitusi RRC baru terbentuk secara mapan melalui Kongres rakyat nasional tahun 1954, yang menyebutkan bahwa demokrasi rakyat dipimpin oleh kelas pekerja.

4. Malaysia

Bentuk negara : Federasi (Serikat)

Bentuk pemerintahan : Monarkhi Parlementer

Sistim Badan Perwakilan rakyat : Bicameral yang terdiri dari Senat (Dewan Negara) & Badan Perwakilan (Dewan Rakyat)

Sistim Pemerintahan : Parlementer dengan Perdana Menteri ditunjuk oleh Yang Dipertuan Agung & berasal dari anggota Dewan Rakyat

5. Singapura

Bentuk negara : Kesatuan

Bentuk pemerintahan : Republik Parlementer

Sistim Bd Perwakilan Rakyat : Monokameral

Sistim Pemerintahan : Parlementer

Perdana Menteri ditunjuk oleh presiden, sedangkan menteri-menterinya diangkat oleh Presiden atas rekomendasi dari Perdana Menteri

6. Brunei Darussalam

Bentuk negara : kesatuan

Bentuk pemerintahan : khusus yaitu Kasultanan / Monarkhi

Sistim Pemerintahan: khusus yaitu sistim pemerintahan kasultanan dengan Kepala negara dan kepala pemerintahan berada di tangan Sultan Brunei

Sistim Badan Perwakilan Rakyat : Monocameral yaitu : Majelis Musyaarat Negeri

Jumat, 17 Juni 2011

Tentang STIKES 'Aisyiyah

STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta merupakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan yang terletak di Kota Yogyakarta. STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mempunyai 3 kampus, kampus 1, kampus 2 dan kampus 3. Ada 3 program studi yaitu Keperawatan, D3 Kebidanan, Dan D4 Kebidanan. STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta menciptakan lulusan mahasiswa yang profesional dan Qur’ani. Banyak lulusan dari STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta tersebar di seluruh penjuru tanah air. Banyak juga yang membuka lapangan kerja secara mandiri. Dan tidak sedikit juga yang dapat menembus pasar kerja luar negeri. STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta mampu menghasilkan lulusan mahasiswa yang dinilai memiliki kesiapan, kemampuan dan keterampilan yang memadai dan juga memiliki jiwa dan perilaku yang berlandaskan iman qur’ani.

Peran Perawat

PERAN, FUNGSI DAN TUGAS PERAWAT

PERAN PERAWAT

Peran adalah tingkah laku yg diharapkan oleh orang lain thd seseorang sesuai dengan kedudukan dalam sistem, yg dapat dipengaruhi oleh keadaan sosial (dari profesi atau luar profesi)


Peran sebagai pemberi asuhan

Peran perawat dalam memenuhi kebutuhan dasar pasien dengan pendekatan proses keperawatan. Pemberian asuhan keperawatan dilakukan dari yang sederhana s.d kompleks.

Peran sebagai advokad

Peran didalam membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan atau informasi lain yg berkaitan dengan pengambilan keputusan (persetujuan), melindungi hak – hak pasien

Peran sebagai educator

Peran dalam membantu pasien untuk meningkatkan pengetahuan ttg kesehatan melalui pendidikan kesehatan

Peran sebagai coordinator

Peran dalam mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan sehingga pemberi pelayanan kesehatan dapat terarah sesuai kebutuhan pasien

Peran sebagai kolaborator

Peran dalam bekerjasama dengan tim kesehatan lain untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pasien

Peran sebagai konsultan

Peran sebagai tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan keperawatan yang tepat

Peran sebagai pembaharu

Peran dalam melakukan perubahan secara sistematis dan terarah dengan mengadakan perencanaan, kerjasama

Peran Perawat (Lokakarya keperawatan,1983)

1. Pelaksana pelayanan keperawatan

2. Pengelola pelayanan dan institusi kep.

3. Pendidik dalam keperawatan

4. Peneliti dan pengembang pelayanan

Keperawatan

Fungsi Perawat

Ø Fungsi adalah suatu pekerjaan yg dilakukan sesuai dengan perannya. Fungsi dpt berubah sesuai keadaan.

Ø Fungsi Independen (Mandiri)

Ø Fungsi Dependen

Ø Fungsi Interdependen

Fungsi Independent

Fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Dalam hal ini perawat melaksanakan tugas secara sendiri berdasar keputusan sendiri dalam memenuhi kebutuhan dasar pasien

Fungsi Dependent

Fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi profesi lain. (dokter)

Fungsi interdependent

Fungsi yang bersifat saling ketergantungan di antara tim satu dengan lainnya.

Tugas Perawat

Tugas perawat berdasar fungsi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan

Tugas Perawat

FUNGSI PERAWAT

TUGAS PERAWAT

  • Mengkaji kebutuhan klien, keluarga, kelompok dan masyarakat serta sumber yg tersedia dan potensial untuk memenuhi kebutuhan tersebut

1. Mengumpulkan data

2. Menganalisis dan menginterpretasikan data

Merencanakan tindakan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat berdasarkan diagnosa keperawatan

1. Mengembangkan rencana tindakan keperawatan

Melaksanakan rencana keperawatan yg meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif termasuk melayani pada kondisi terminal

1. Menggunakan dan menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu perilaku,sosial budaya, ilmu biomedik dalam melaksanakan asuhan keperawatan dlm rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia

Mengevaluasi hasil asuhan keperawatan

  1. Menentukan kriteria yg dapat diukur dalam menilai rencana keperawatan
  2. Menialai tingkat pencapaian tujuan
  3. Mengidentifikasi perubahan-perubahan yg diperlukan

Mendokumentasikan proses keperawatan

  1. Mengevaluasi data permasalahan kep.
  2. Mencatat data dalam proses keperawatan
  3. Menggunakan catatan klien untuk memonitor kualitas asuhan keperawatan

Mengidentifikasi hal-hal yg perlu diteliti atau dipelajari serta merencanakan studi kasus guna meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan ketrampilan dalam praktek keperawatan

  1. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian adalam bidang keperawatan
  2. Membuat usulan rencana penelitian keperawatan
  3. Menerapkan hasil penelitian dalam praktek keperawatan

Berperan serta dalam melaksanakan penyuluhan kesehatan kepada klien, keluarga, kelompok dan masyarakat

  1. Mengidentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan
  2. Membuat rencana penyuluhan kes.
  3. Melaksanakan penyuluhan kes.
  4. Mengevaluasi hasil penyuluhan kesehatan

Bekerjasama dengan disiplin ilmu terkait dlm memberikan pelayanan kepada klien, keluarga, kelompok dan masyarakat

  1. Berperanserta dlm pelayanan Kes. Kpd individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
  2. Menciptakan komunikasi yg efektif dgn tim kep.dan Kes

Mengelola perawatan klien dan berperan sebagai ketua tim dalam melaksanakan kegiatan keperawatan

1. Menerapkan ketrampilan manajemen dlm keperawatan klien scr menyeluruh